Saya heran benar ...
Saya perhatikan mulai dari gang depan rumah sampai gang depan rumah teman saya yang jauh, yang namanya kantong plastik warna hitam, putih, merah, bening, bekas gelas plastik, bungkus plastik makanan ringan dll. Pokoknya yang namanya platik itu berserakan dimana-mana, apalagi di pinggiran kali.
Apa dan kenapa harus plastik??? Katanya plastik itu perlu ratusan tahun sehingga bisa hancur dan menyatu dengan tanah lagi. Lha kok kita senang banget ngeracunin tanah kita ini. Belanja ke warung tak perlu banyak-banyak Rp. 2.000,- saja pasti di kasih bungkus plastik. Kok bisa ya?
Siapa sih yang diuntungkan dari kebiasaan kita ini???
Saran dan Masukan sangat diharapkan, silahkan Tuan dan Nyoya, Adik, Orang-orang terpelajar dan kepada semua yang baca tulisan sederhana di blog ini, berikan komentar " apa sebenarnya yang sedang terjadi ini?"
Salam
Boleh tahu dong?
Secara tidak sengaja (karena kebiasaan sering duduk hingga larut malam diluar) saya sering memperhatikan tingkah laku tikus di depan rumah (masyarakat disini biasa menyebutnya tikus got). Tikus got ini bulunya kelihatan lebih sedikit dan bentuknya agak besar. Gerak-geriknya aneh, ia tidak takut dengan manusia. Jika kita coba usir dengan gerakan tikus ini masa bodoh. Lain halnya jika kita ganggu langsung, biasanya ia diam dan matanya melihat kepada si pengganggu. Seakan ia tidak takut dan cenderung menantang. (saya sudah coba di beberapa lokasi dan daerah yang berbeda).
Yang membuat saya heran adalah mengapa tikus yang dulunya sangat peka (cenderung takut) terhadap suara dan gerakan, kok kini berubah drastis. Apa yang membuat perubahan terhadap prilaku tikus itu?
Terus, jika tikus saja bisa berubah prilaku demikian bagaimana dengan perubahan prilaku terhadap manusia (perhatikan anak-anak kita sendiri). Banyak perubahan yang terjadi dilingkungan kita, tatanan kesopanan sudah mulai hilang, rasa rendah hati sudah lama pergi, kesabaran hampir punah dll.
Apakah mungkin prilaku tikus itu ibarat pemberitahuan kepada manusia bahwa manusia telah berubah jauh dari baik ke arah buruk. Atau sekarang manusia sudah lebih mendekati/mirip tingkah laku hewan?
Apakah kejadian ini secara alami saja atau memang ada yang mengambil keuntungan dari semua ini? Kira-kira siapa yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, mengambil keuntungan dari kebodohan? Siapa yang merancang semua ini?
Saya menunggu input dari pembaca blog, apa dan bagaimana sebenarnya yang sedang terjadi?
Salam
Boleh tahu dong?
